Catatan Kritis Duet Maut Jokowi-Ma’ruf di Tahun Perdana

Catatan Kritis Duet Maut Jokowi-Ma’ruf di Tahun Perdana

Sumber : www.kompas.com

20 Oktober 2020, masa pemerintahan presiden Jokowi dan wakil presiden Ma’ruf Amin genap memasuki usia 1 tahun. 1 tahun sebenarnya bukanlah waktu yang panjang. namun, berbagai masalah yang datang tanpa di undang membuat satu tahun merasa berkepanjangan . Mulai dari pandemi yang mematikan hingga aksi demonstrasi yang beruntutan. Dalam satu tahun kepemimpiman, pasti ada kinerja yang naik dan turun. lantas bagaimana wajah Indonesia di tangan mereka?

Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat tren kepuasan publik terhadap pemerintahan presiden Jokowi dan wakil presiden Ma’ruf Amin mengalami penurunan. Berdasarkan survei yang dilakukan IPO, Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi Ma’ruf tidak mencapai angka 50 persen. Faktor penilaian terhadap kepuasan kinerja presiden dan wakil presiden adalah kepemimpinan sebesar 75%, Keberpihakan kepada rakyat 50%, integritas 66%, koordinasi antar lembaga 69%, dan empati dan aspiratif sebesar 53%.

Faktor kepemimpinan menjadi hal yang paling disoroti publik dalam periode kedua jokowi. Publik menganggap presiden Jokowi hanya one man show karena wapres Ma’ruf Amin seolah tidak terlibat dalam pengambilan kebijakan. wapres Ma’ruf Amin menempuh tahun pertama nya tanpa banyak angkat suara sehingga muncul persepsi publik bahwa wapres Ma’ruf sengaja mengambil jarak dari panggung publik.

Faktor lainnya yang menjadi sorotan publik ialah keberpihakan presiden kepada rakyat. Hal ini berkaitan dengan praktik demokrasi di era Jokowi Ma’ruf. Aktivis dan masyarakat sipil menilai ada kemunduran yang nyata dalam kehidupan demokrasi. Banyak kebijakan dan tindakan pemerintah yang represif dan anti demokrasi dihasilkan dibawah kepemimpinannya. beberapa diantaranya adalah keputusan jokowi untuk mendukung pengesahan Revisi UU KPK, UU Minerba, UU MK, dan omnibus law cipta kerja yang banyak ditentang berbagai pihak. Pengesahan Undang Undang tersebut memicu aksi demonstrasi di berbagai daerah karena dianggap tak mendengarkan aspirasi publik. Bahkan sebagian besar kalangan masyarakat mengeluarknan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan yang dibangun Jokowi di peridode keduanya ini. Adanya aksi demonstrasi yang massif menjadi pertanda bahwa jalur komunikasi dengan rakyat menjadi tak terawat.

Roda kepemimpinan yang dijalankan Jokowi Ma’ruf masih jauh dari kata sempurna seperti ekspektasi yang diharapkan rakyat. Komunikasi dengan publik menjadi catatan yang paling dominan di duet maut Jokowi Ma’ruf. oleh karena itu memerintah dengan penuh kebijaksanaan menjadi sangat penting agar kekuasaaan yang diemban meninggalkan mutu yang berkelanjutan. Masih ada waktu 4 tahun untuk menjawab segala mandat, hingga mampu mewariskan jejak hebat yang abadi untuk diingat.

Referensi

https://www.merdeka.com/politik/survei-ipo-kepuasan-publik-terhadap-pemerintah-menurun-di-bawah-50-persen.html
https://theconversation.com/kemunduran-demokrasi-dalam-pemerintahan-jokowi-nyalakan-tanda-bahaya-124100
https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/20/183100365/satu-tahun-jokowi-ma-ruf–catatan-untuk-komunikasi-pemerintah-dan-kebijakan?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *