MEWUJUDKAN MALANG SEBAGAI KOTA UMKM

Sumber: Ekonomi Kompas

Jumlah UMKM terus tumbuh di kota malang dan semakin menjamur keberadaannya. Menurut data Pemerintah kota malang, jumlah UMKM tahun 2018 mencapai 112 ribu unit yang tersebar di 5 kecamatan mulai dari Lowokwaru,Kedungkandang,Sukun,Klojen dan Blimbing.

Pertumbuhan signifikan terlebih jelas dari jumlah UMKM pada 2014 yang berjumlah 77 ribu unit. Artinya, hanya dalam empat tahun pertumbuhan UMKM mencapai 35 ribu unit. Jumlah yang banyak ini menjadi fokus bagi Pemerintah Kota Malang untuk menaikan kelas UMKM, dari mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, dari menengah menjadi besar.

Pengolongan UMKM tersebut berdasarkan dengan omset dan asset, yaitu Klaster Mikro memiliki aset di bawah Rp50 juta dengan omzet di bawah Rp300 juta, klaster usaha kecil memiliki aset di bawah Rp500 juta dengan omzet di bawah Rp2,5 milyar, dan untuk usaha menengah memiliki aset di bawah Rp10 milyar dengan omzet di bawah Rp50 milyar.

Niat baik pemerintah kota tersebut nampaknya akan menemui jalan terjal. Saat ini UMKM di Malang masih menghadapi beberapa persoalan seperti kurangnya akses permodalan, cara pemasaran yang konvensional maupun manajemen sumber daya masih kurang terkelola dengan professional.

Menghadapi permasalahan tersebut, pemerintah kota melalui Dinas Koperasi dan UMKM merancang strating point UMKM dengan harapan dapat memantau perkembangan UMKM secara kontinu. Selain itu UMKM Kota Malang akan diberikan pelatihan-pelatihan pembuatan produk yang berkualitas sehingga memiliki daya saing global.

 Solusi lainnya setelah pelatihan ialah dibuatkan sebuah platform berupa acara eksebisi/pameran untuk mengenalkan produk UMKM malang kepada khalayak luas. Sejauh ini eksebisi yang telah digagas Pemkot Malang ialah Malang City Expo (MCE) yang bertujuan memperkenalkan produk UMKM di bidang kuliner, konveksi, mebel, produk hasil hutan dan aneka kriya.

Demi memajukan UMKM, dibutuhkan sinergi dengan beberapa pihak. Tidak hanya Pemerintah Kota Malang dan UMKM saja, namun juga peran para investor dan bank untuk berkontribusi. Mengingat di era revolusi industri 4.0, persaingan akan semakin ketat dan kompetitif. Jangan sampai UMKM ini nantinya akan tergerus hingga akhirnya punah akibat tidak mampu bersaing.

REFERENSI:

Malangkota.go.id. UMKM Naik Kleas Jadi Fokus Walikota Malang. https://malangkota.go.id/2018/10/24/umkm-naik-kelas-jadi-fokus-wali-kota-malang/ (diakses 11 April 2019)

Malangtimes.com. Sutiaji Sebut Kualitas UMKM di Kota Malang Tidak Meningkat Sejak 2007. https://www.malangtimes.com/baca/32424/20181022/163200/sutiaji-sebut-kualitas-umkm-di-kota-malang-tidak-meningkat-sejak-2007 (diakses 11 April 2019)

Tribunnews.com. UMKM Kota Malang Terus Tumbuh Ditengah Kendala Klasik. http://suryamalang.tribunnews.com/2018/04/14/umkm-kota-malang-terus-tumbuh-di-tengah-kendala-klasik (diakses 11 April 2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*